Di bawah kepemimpinan Wali Kota Depok, Supian Suri dan Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, Kota Depok di tahun ini bersiap untuk melangkah ke tahap pembangunan yang semakin terarah dan berkelanjutan.
Supain-Chandra menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga penguatan lingkungan dan partisipasi masyarakat.
Salah satu langkah strategis dilakukan yaitu dengan transformasi pengelolaan sampah.
Lahan sampah kini ditingkatkan menjadi sumber daya kebutuhan dengan menjalin kerja sama pengolahan sampah berbasis teknologi Artificial Intelligence (AI) menjadi RDF/SRF bersama PT BSA.
Melalui kerjasama tersebut, dapat melakukan pengolahan sampah dengan kapasitas hingga 1.000 ton per hari.
Selain itu juga dengan percontohan penggunaan ember biru akan diterapkan di 11 RW sebagai bagian dari penguatan sistem pemilahan sampah dari sumbernya.
Di sektor infrastruktur, pembenahan konektivitas kota terus dilakukan.
Pada 2026, pembebasan lahan untuk pembangunan Underpass Citayem dilaksanakan guna meningkatkan keselamatan dan kelancaran mobilitas warga.
Tidak hanya itu, pelebaran Jalan Raya Sawangan juga berlanjut sebagai upaya membuka akses wilayah dan mendorong pertumbuhan kawasan secara lebih merata.
Pengadaan lahan pelebaran Jalan Raya Mochtar dari Simpang Parung Bingung hingga Simpang Jalan Pemuda menjadi salah satu prioritas.
Selain itu, pembangunan dan pelebaran Jalan Engram serta rekonstruksi Jalan Raya Mochtar turut masuk dalam agenda pembangunan tahun 2026.
Di pusat kota, pembangunan Flyover Margonda memasuki tahap awal melalui program Pembangunan Koridor Perkotaan Terpadu-Fly Over Margonda.
Kawasan Margonda–Juanda diproyeksikan semakin menguat sebagai pusat Kota Depok dan area komersial utama.
Proyek ini juga diarahkan untuk mengatasi keterbatasan integrasi transportasi umum yang selama ini memicu kemacetan perkotaan.
Dengan mengurangi titik konflik lalu lintas, diharapkan keselamatan meningkat serta aksesibilitas masyarakat menjadi lebih nyaman dan aman.
Pembangunan tidak hanya berfokus pada skala kota, tetapi juga menyentuh hingga tingkat lingkungan.
Program Dana RW sebesar Rp300 juta per RW per tahun memberikan ruang partisipasi warga dalam menentukan prioritas pembangunan di wilayahnya masing-masing.
Dengan total 928 RW, anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 278,4 Miliar dimana setiap RW dapat memilih menu kegiatan sesuai kebutuhan wilayahnya.
Melalui berbagai program strategis tersebut, Kota Depok di tahun 2026 diharapkan mampu bergerak bersama menuju kota yang lebih maju, berdaya saing, dan berkelanjutan. *BB